Rabu, 21 Maret 2012

TERMOREGULASI


C. Pembentukan Panas
1.      Apa saja yang mempengaruhi pembentukan panas (heat production) dalam tubuh manusia)? Jelaskan !
a.       Basal metabolisme rate (BMR)
Merupakan pemanfaatan energy di dalam tubuh guna memelihara aktivitas pokok seperti bernapas. Besarnya BMR bervariasi sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Banyak factor yang menyebabkan BMR meningkat di antaranya adalah karena cedera, demam, dan infeksi. Meningkatnya BMR ini menunujukkan tingginya metabolisme akan menghasilkan peningkatan produksi panas dalam tubuh klien menjadi naik.
b.      Aktivitas otot
Termasuk menggigil, dapat memproduksi panas tubuh sebanyak lima kali (Guyton 1982 : 554)
c.       Peningkatan produksi tiroksin
Hipotalamus merespons terhadap dingin dengan melepas factor releasing. Factor ini merangsang tirotropin pada adenohipofise untuk merangsang pengeluaran tiroksin oleh kelenjar tiroid. Efek tiroksin meningkatkan nilai metabolisme sel di seluruh tubuh dan memproduksi panas.
d.      Termogenesis kimia
Adalah perangsanagn produksi panas melalui sirkulasi norepineprin dan epineprin atau melalui perangsangan saraf simpatis. Hormone-hormon ini segera meningkatkan nilai metabolisme sel di jaringan tubuh. Secara langsung, norepineprin dan epineprin mempengaruhi hati dan sel-sel otot sehingga meningkatkan aktivitas otot. Selain itu, produksi sejumlah panas juga dapat diperoleh melalui rangsangan saraf simpatis terhadap lemak coklat.
e.       Demam
Demam meningkatkan metabolisme sel. Reaksi-reaksi kimia meningkat rata-rata 120% untuk setiap peningkatan 1oC suhu tubuh menyebabkan 12% reaksi kimia akan terjadi.    


syiar FOSIMMIK proudly present

mari dateng, insyaallah bermanfaat

Rabu, 14 Maret 2012

Sensasi Nyeri



Pada umumnya sensasi nyeri adalah atau rasa nyeri terutama merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang diselimuti oleh rasa nyeri timbul apabila ada jaringan yang rusak. Hal ini akan menyebabkan individu bereaksi dengan cara memindahkan stimlus nyeri. Makna nyeri, nyeri memiliki makna yang berbeda pada setiap orang. Umumnya, manusia memandang nyeri sebagai pengalaman yang negatif, walaupun nyeri mempunyai aspek yang positif.
Beberapa makna nyeri antara lain adalah berbahaya atau merusak, menunjukkan adanya komplikasi misalnya infeksi, memerlukan penyembuhan, menyebabkan ketidakmampuan, merupakan suatu yang harus ditoleransi. Faktor yang mempengaruhi makna individu antara lain adalah usia, jenis kelamin, latar belakang sosial budaya, lingkungan, pengalaman nyeri sekarang dan masa lalu.

MACAM TINDAKAN NON FARMAKOLOGI UNTUK MENGURANGI NYERI



a.       Stimulasi dan Masase Kutaneus
Teori gate control nyeri bertujuan menstimulasi serabut serabut menstansmisikan sensasi tidak nyeri, memblok atau menurunkan transmisi impuls nyeri seperti menggosok kulit dan menggunakan panas dingin (Smeltzer dan Bare, 2001) .
Massase ada;ah stimulasi kutaneus tubuh secara umum, sering dipusatkan pada punggung dan bahu. Massase tidak secara spesifik menstimulasi reseptor tidak nyeri pada bagian reseptor yang sama seperti reseptor nyeri. Massase membuat pasien lebih nyaman karena membuat relaksasi otot.