C. Pembentukan Panas
1.
Apa
saja yang mempengaruhi pembentukan panas (heat production) dalam tubuh
manusia)? Jelaskan !
a. Basal
metabolisme rate (BMR)
Merupakan
pemanfaatan energy di dalam tubuh guna memelihara aktivitas pokok seperti
bernapas. Besarnya BMR bervariasi sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Banyak
factor yang menyebabkan BMR meningkat di antaranya adalah karena cedera, demam,
dan infeksi. Meningkatnya BMR ini menunujukkan tingginya metabolisme akan
menghasilkan peningkatan produksi panas dalam tubuh klien menjadi naik.
b. Aktivitas
otot
Termasuk
menggigil, dapat memproduksi panas tubuh sebanyak lima kali (Guyton 1982 : 554)
c. Peningkatan
produksi tiroksin
Hipotalamus
merespons terhadap dingin dengan melepas factor releasing. Factor ini
merangsang tirotropin pada adenohipofise untuk merangsang pengeluaran tiroksin
oleh kelenjar tiroid. Efek tiroksin meningkatkan nilai metabolisme sel di
seluruh tubuh dan memproduksi panas.
d. Termogenesis
kimia
Adalah perangsanagn
produksi panas melalui sirkulasi norepineprin dan epineprin atau melalui
perangsangan saraf simpatis. Hormone-hormon ini segera meningkatkan nilai
metabolisme sel di jaringan tubuh. Secara langsung, norepineprin dan epineprin
mempengaruhi hati dan sel-sel otot sehingga meningkatkan aktivitas otot. Selain
itu, produksi sejumlah panas juga dapat diperoleh melalui rangsangan saraf
simpatis terhadap lemak coklat.
e. Demam
Demam
meningkatkan metabolisme sel. Reaksi-reaksi kimia meningkat rata-rata 120%
untuk setiap peningkatan 1oC suhu tubuh menyebabkan 12% reaksi kimia
akan terjadi.
2.
Dari manakah tubuh kita memperoleh panas untuk mempertahankan suhu tubuh agar
tetap konstan pada saat udara dingin?
Tubuh manusia selalu berusaha
mempertahankan temperatur tubuh tetap konstan walaupun terjadi perubahan temperature lingkungan.pengaturan
fisik panas secara implicit adalah sejumlah total dari proses fisiologis dimana
terjadi peningkatan dan penurunan panas
dari tubuh manusia.
Pengaturan temperatur atau regulasi
termal ialah suatu pengaturan secara kompleks dari suatu proses fisiologis dimana
terjadi kesetimbangan antara produksi panas (heat product) dan kehilangan panas
(heat lost) sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan.
Panas dapat hilang dan masuk lingkungan dengan
cara konveksi, radiasi dan evaporasi; konduksi tidak pernah terjadi. Kehilangan
panas melalui radiasi dapat terjadi apabila temperatur udara berhubungan
langsung dengan tubuh dan temperatur sekeliling obyek tersebut sangat rendah.
Kehilangan panas secara konveksi terjadi apabila temperatur sekeliling obyek
lebih rendah dari pada suhu tubuh. Kehilangan panas akibat evaporasi
(penguapan) adalah hubungan antara output dari evaporasi kulit dan pernapasan
dari paru-paru. Peristiwa konveksi, radiasi, dan evaporasi ini semuanya
dikontrol oleh susunan syaraf pusat agar mencapai kesetimbangan termal.
Di kulit terdapat krause’s and bulb
dan meismer’s Corpuscle yang mengatur temperatur panas dan dingin. Melalui
syaraf motor somatic dan syaraf visero motoris via hipofise anterior dan
kelenjar endrokrin, maka produksi panas dan pelepasan panas dapat diatur. Di
kulit terdapat counter current dimana terjadi pembesaran pembuluh darah dari
satu bagian sedangkan paa bagian lain terjadi konstruksi penguncupan yang hal
ini juga diatur oleh susunan syaraf pusat, pada keadaan kritis misalnya dingin
atau panas yang menyengat, keadaan ini langsung mempengaruhi fisiologis
thermostat yaitu hipotalamus dan preoptik. Hipotalamus posterior mengatur suhu
dingin yang kritis.
3. Bagaimana tubuh membuang panas
yang berlebihan dari tubuh saat cuaca terik ?
Tubuh membuang panas yang berlebih dari tubuh pada saat
cuaca terik yaitu dengan cara antara lain :
Pengaturan Suhu Tubuh Dalam Keadaan Panas
1. Fisik
·
Penambahan
aliran darah permukaan tubuh
· Terjadi aliran darah maximum pada
anggota badan
· Perubahan (shift) dari venus return
ke vena permukaan
· Proses ini terutama efektif pada
keadaan temperature kurang/ dibawah 34 0C. penambahan aliran darah penambahan
konduktivitas panas (thermal konduktivity)
2. Keringat
· Pada temperature diatas 34 0C,
pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi, dimana pada kondisi ini
tubuh mendapat panas dari radiasi. mekanisme panas yang dipakai dalam keadaan
ini dengan cara penguapan (evaporasi).
·
Gerakan
kontraksi pada kelenjar keringat, berfungsi secara periodic memompa tetesan
cairan keringat dari lumen permukaan kulit keringat merupakan mekanisme
pendingin yang paling efektif.
Pada saat suhu kulit menurun, maka
set point meningkat. Bila suhu kulit meningkat, pengeluaran keringat akan
dimulai pada suhu hipotalamus yang lebih rendah daripada ketika suhu kulit
sedang rendah. Pengeluaran keringat akan dihambat ketika suhu kulit rendah,
jika tidak, efek gabungan dari rendahnya suhu kulit dan pengeluaran keringat
dapat menyebabkan kehilangan panas tubuh yang lebih banyak.
4.
BAGAIMANAKAH DEMAM DAPAT TERJADI? JELASKAN FAKTOR-FAKTOR BIOLOGIS APAKAH YANG
BERPENGARUH.
a.
Mekanisme Demam
Suhu tubuh diatur oleh otak di
bagian hipotalamus pada pre-optik anterior, merupakan bagian dari deinsephalon
yang merupakan bagian dari otak depan (prosencephalon). Dengan adanya
termorespetor ini, suhu tubuh dapat senatiasa berada dalam batas normal yakni
sesuai dengan suhu inti tubuh. Suhu inti tubuh merupakan pencerminan dari
kandungan panas yang ada di dalam tubuh kita. Kandungan panas didapatkan dari
pemasukan panas yang berasal dari proses metabolisme makanan yang masuk ke
dalam tubuh.4 Pada umumnya
suhu inti berada dalam batas 36,5-37,5°C. Dalam berbagai aktivitas sehari-hari,
tubuh kita juga akan mengelurakan panas misalnya saat berolahraga. Bilamana
terjadi pengeluraan panas yang lebih besar dibandingkan dengan pemasukannya,
atau sebaliknya maka termostat tubuh itu akan segera bekerja guna
menyeimbangkan suhu tubuh inti. Bila pemasukan panas lebih besar daripada
pengeluarannya, maka termostat ini akan memerintahkan tubuh kita untuk
melepaskan panas tubuh yang berlebih ke lingkungan luar tubuh salah satunya
dengan mekanisme berkeringat. Dan bila pengeluaran panas melebihi pemasukan
panas, maka termostat ini akan berusaha menyeimbakan suhu tersebut dengan cara
memerintahkan otot-otot rangka kita untuk berkontraksi(bergerak) guna menghasilkan
panas tubuh.
Kontraksi otot-otok rangka ini
merupakan mekanisme dari menggigil. Contohnya, seperti saat kita berada di
lingkunganpegunungan yang hawanya dingin, tanpa kita sadari tangan dan kaki
kita bergemetar (menggigil). Hal ini dimaksudkan agar tubuh kita tetap hangat.
Karena dengan menggigil itulah, tubuh kita akan memproduksi panas. Hal diatas
merupakan proses fisiologis. Lain halnya bila tubuh mengalami proses patologis.
Proses perubahan suhu yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit lebih
dikarenakan oleh toksis yang masuk kedalam tubuh. Umumnya, keadaan sakit
terjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh.
Proses peradangan merupakan
mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanya serangan yang mengancam
keadaan fisiologis tubuh. Proses peradangan diawali dengan masuknya racun
kedalam tubuh kita. Contoh racun yang paling mudah adalah mikroorganisme
penyebab sakit. Mikroorganisme (MO) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki
suatu zat toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. Dengan
masuknya MO tersebut, tubuh akan berusaha melawan dan mencegahnya yakni dengan
memerintahkan pertahanan tubuh antara lain berupa leukosit, makrofag, dan
limfosit untuk memakannya (fagositosit). Dengan adanya proses fagositosit ini,
tubuh itu akan mengelurkan zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen
(khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen
endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus
untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat
bisa keluar dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2.
Proses selanjutnya adalah, asam
arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran
prostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur
tangan dari enzim siklooksigenase (COX). Pengeluaran prostaglandin ternyata
akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus. Sebagai kompensasinya,
hipotalamus selanjutnya akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas
suhu normal). Adanya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut
merasa bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah
respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil ini ditujukan utuk
menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Sehingga terjadilah demam(suhu
tubuh meningkat pada seseorang).
b.
Patofisiologi Demam
Suhu tubuh secara normal
dipertahankan pada rentang yang sempit, walaupun terpapar suhu lingkungan yang
bervariasi. Suhu tubuh secara normal berfluktuasi sepanjang hari, 0,50 C dibawah
normal pada pagi hari dan 0,5 0 C diatas normal pada malam hari.3 Suhu tubuh
diatur oleh hipotalamus yang mengatur keseimbangan antara produksi panas dan
kehilangan panas. Produksi panas tergantung pada aktivitas metabolik dan
aktivitas fisik. Kehilangan panas terjadi melalui radiasi, evaporasi, konduksi
dan konveksi. Dalam keadaan normal termostat di hipotalamus selalu diatur pada
set point sekitar 370 C, setelah informasi tentang suhu diolah di hipotalamus
selanjutnya ditentukan pembentukan dan pengeluaran panas sesuai dengan
perubahan set point.
Hipotalamus posterior bertugas
meningkatkan produksi panas dan mengurangi pengeluaran panas. Bila hipotalamus
posterior menerima informasi suhu luar lebih rendah dari suhu tubuh maka
pembentukan panas ditambah dengan meningkatkan metabolisme dan aktivitas otot
rangka dalam bentuk menggigil dan pengeluaran panas dikurangi dengan vasokontriksi
kulit dan pengurangan produksi keringat sehingga suhu tubuh tetap dipertahankan
tetap. Hipotalamus anterior mengatur suhu tubuh dengan cara mengeluarkan panas.
Bila hipotalamus anterior menerima informasi suhu luar lebih tinggi dari suhu
tubuh maka pengeluaran panas ditingkatkan dengan vasodilatasi kulit dan menambah
produksi keringat.
Umumnya peninggian suhu tubuh
terjadi akibat peningkatan set point. Infeksi bakteri menimbulkan demam karena
endotoksin bakteri merangsang sel PMN untuk membuat pirogen endogen yaitu
interleukin-1, interleukin 6 atau tumor nekrosis faktor. Pirogen endogen
bekerja di hipotalamus dengan bantuan enzim siklooksigenase membentuk
protaglandin selanjutnya prostaglandin meningkatkan set point hipotalamus.
Selain itu pelepasan pirogen endogen diikuti oleh pelepasan cryogens
(antipiretik endogen) yang ikut memodulasi peningkatan suhu tubuh dan mencegah
peningkatan suhu tubuh pada tingkat yang mengancam jiwa.
D.
HEAT LOSS (KEHILANGAN PANAS)
1.
Sebutkan
4 proses fisika yang terlihat saat tubuh
memperoleh dan kehilangan panas ! Jelaskan !
Panas
dipindahkan (keluar atau didapat) atau dari tubuh dalam 4 cara ,yaitu :
a. Konduksi
Konduksi merupakan proses penghantaran
panas melalui suatu zat (baik padat atau cair) atau dari suatu zat ke zat lain
saat bersentuhan. Konduktor panas merupakan zat apapun yang dapat dilewati oleh
panas.
Sebagian besar penghantaran panas dalam
tubuh berlangsung dengan proses konduksi yang melalui sel dan cairan sel dan
dibantu oleh sirkulasi cairan tersebut dan darah. Pada proses konduksi
,partikel atau molekul yang membentuk zat menghantarkan energi panas dari suatu
partikel ke partikel lain. Apa yang menyebabkan suatu zat bertindak sebagai
konduktor? Jika di ingat ,air cenderung mengalir ke tempat yang rendah ,gunung
akan terkikis untuk menyediakan materi
yang dibuuhkan lembab ,dsb. Kesimpulannya alam bekerja menuju
keseimbangan. Pada situasi tempat konduksi berjalan, satu lokasi mungkin
memiliki suhu yang lebih tinggi dari lokasi lain dan panas cenderung mengalir ke bawah sebaimana
mestinya untuk memperbaiki keseimbangan tersebut dari lokasi yang lebih panas
menuju lokasi yang lebih dingin samapi kandisi yang seimbang tercapai .
konduktor yang baik akan menghantarkan energi panas dengan cepat dan mencapai
kondisi seimbang yang cepat pula begitu pun sebaliknya. Jika suatu bagian tubuh
misalnya tangan meyentuh logam ,panas akan mengalir dari tangan ke logam karena
suhu pada tangan lebih tinggi. Panas kemudian akan keluar dengan cepat dari
tangan sehingga tangan akan terasa dingin. Kecenderungan logam untuk terasa
dingin sebenarnya hanya di sebabkan oleh kenyataan bahwa logam merupakan
konduktor yang sangat baik.
Perawat yang sadar akan hal ini dan
mengahntarkan objek logam ,misalnya kepala stetoskop sebelum menempelkannya
pada tubuh pasie jumlahnya cukup banyak dibanding yang tidak tahu.
b. Konveksi
Konveksi adalah aliran panas melalui
fluida dari tempat yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah dengan
gerakan atau partikel-partikel fluida itu sendiri.
Dalam cuaca yang sangat panas dan
lembab, orang berupaya mencari pereda panas tersebut, berupaya mendinginkan
diri menjadi lebih nyaman. Panas dipindahakan dari permukaan tubuh dalam
lingkungan selama semua aktivitas tersebut berlangsung tetapi ada beberapa
aktivitas di antaranya yang dapat memindahkan dengan baik ,prosedur apapun yang
terlibat dalam pergerakan udara terutama pergerakan udara diatas air sering
dipakai sebagai cara yang efektif dan sederhana untuk penurunan suhu, proses
yang terlibat disebut konveksi.
Metode pemindahan panas ini hanya
berlaku untuk zat cair dan bukan zat padat dalam hal ini pergerakan molekul
menyebabkan pemindahan panas. Pasien yang menjalani mandi air dingin atau sum
sum kuku dapat kehilangan panas akibat proses konveksi yang berlangsung dalam
air begitu panas di pindahkan ke molekul air terdekat melalui proses konduksi.
Menggigil merupakan suatu komplikasi yang mungkin muncul dalam perlakukan ini
jika demikian arus dingin langsung harus dihindari dan observasi yang cepat
harus dihindari.
c. Radiasi
Radiasi adalah proses perpindahan panas
oleh gelombang elektromagnetik. Sekitar 60% panas yang hilang dari seseorang
yang tidak berpakaian dalam sebuah ruangan bersuhhu normal terjadi melalui
raidiasi. Jumlah bersih panas yang dipancarkan bergantung pada perbedaan suhu
antara tubuh dan lingkungannya. Dari sini kemudian diketahui bahwa lau
pengeluaran panas akan meningkat jika lingkungan menjadi semakin dingin. Proses
ini merupakan metode pemindahan panas yang tidak bergantung pada zat apapun
misalnya pada pergerakan molekul energi pancaran infra merah merupakan suatu
bentuk panas dan dipancrakan melalui bentuk gelombang yang disebur gelombang
elektro magnetik. Panas dapat dilewatkan malalui suatu ruang hampa udara dengan
cara tersebut ,panas yang berasal dari sinar matahari dilewarkan melalui suatu
kehampaan. Kehilangan panas dari kulit dapat terjadi akibat radiasi dan jumlah
kehilangan itu beragam bergantung pada keadaan dilatasi pembuluh darah pada
kulit ,semakin besar dilatasi semakin banyak panas yang hilang.
d. Evaporasi
Evaporasi adalah peralihan panas dari
bentuk cairan menjadi uap. Manusia kehilangan sekitar 9.10³ kalori/gram melalui
penguapan paru-paru. Dengan aktifitas berat atau lingkungan panas, seseorang
akan minum 4 liter/jam, ini merupakan suatu proses pertukaran energi termal.
Kehilangan panas secara evaporasi dapat terjadi apabila:
a) Perbedaan
tekanan uap air antara keringat pada kulit dengan udara ambien (lingkungan)
b) Temperatur
lingkungan rendah dari normal sehingga evaporasi dari keringat dapat terjadi
dan dapat menghilangkan panas dari tubuh, hal ini dapat terjadi apabila
temperatur basah kering di bawah temperatur kulit.
c) Adanya
gerakan angin
d) Adanya
kelembaman
2. Sebutkan macam-macam
prosedur untuk menurunkan dan mempertahankan tmperatur?
Suhu tubuh yang optimum sangat penting untuk kehidupan
sel agar dapat berfungsi secara efektif. Perubahan suhu tubuh yang ekstrem
dapat membahayakan bagi tubuh. Oleh karena itu perawat harus berusaha untuk
dapat memeilihara suhu tubuh klien agar tetap normal. Ada beberapa tindakan
yang dapat dilakukan untuk memilihara suhu tubuh diantaranya adalah melalui
kompres.
a. Pengertian
Kompres
adalah metode pemiliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang
dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan.
b. Jenis
1. Kompres
panas
2. Kompres
dingin
c. Tujuan
1) Kompres
panas:
a) Memperlancar sirkulasi darah
b) Mengurangi
rasa sakit
c) Memberi
rasa hangat, nyaman, dan tenang pada
klien
d) Memperlancar
pengeluaran eksudat
e) Merangsang
peristaltic usus
2) Kompres
dingin:
a) Menurunkan
suhu tubuh
b) Mencegah
peradangan meluas
c) Mengurangi
kongesti
d) Mengurangi
perdarahan setempat
e) Mengurangi
rasa sakit pada suatu daerah setempat.
d. Indikasi
1) Kompres
panas indikasinya:
a) Klien
yang kedinginan (suhu tubuh yang rendah)
b) Klien
dengan perut kembung
c) Klien
yang mempunyai pemyait peradangan, seperti
peradangan persendian.
d) Spasme
otot
e) Adanya
abses, hematoma.
2) Kompres
dingin, indikasinya:
a) Klien
dengan suhu tubh yang tinggi
b) Klien
dengan batuk atau muntah darah
c) Pascatonsillectomy
d) Radang,
memar
e. Cara
pemberian kompres
1) Cara
pemberian kompres panas:
a) Kompres
panas basah
Persiapan alat:
· Kom
berisi cairan hangat sesuai kebutuhan (40-160C)
· Bak
steril pinset dua buah, kasa beberapa potong dengan ukuran yang sesuai
· Kasa
perban atau kain segitiga
· Pengalas
· Sarung
tangan bersih di tempatnya
· Bengkok
dua buah (satu kosong, satu berisi larutan Lysol 3%).
Prosedur :
· Dekatkan
alat-alat ke klien
· Perhatikan
prvacy klien
· Cuci
tangan
· Atur
posisi klien yang nyaman
· Pasang
pengalas di bawah daerah yang akan di kompres
· Kenakan
sarung tangan, lalu buka larutan perban bila diperban. Kemudian, buang bekas
balutan ke dalam bengkok kosong.
· Ambil
beberapa potong kasa dengan pinset dari bak steril, lalu masukkan ke dalam kom
yang berisi cairan hangat
· Kemudian
ambil kasa tersebut, lalu bentangkan dan letakkan pada area yangakan di kompres
· Bila
klien menoleransi kompres hangat tersebut, lalu di tutup/ dilapisi dengan kasa
kering. Selanjutnya dibalut denga kasa
perban atau kain segitiga
· Lakukan
perasat ini selama 15-30 menit atau sesuai program dengan anti balutan kompres
tiap 5 menit.
· Lepaskan
sarung tangan
· Cuci
tangan
· Dokumentasi
tindakan ini beserta rsponya
Hal yang perlu diperhatikan:
· Kain
kasa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres dipertahankan tetap hangat
· Cairan
jangan terlalu panas, hindarkan agra kulit jangan sampai kulit terbakar
· Kain
kompres harus lebih besar daripada area yang akan dikompres
· Bui-buli
panas tidak boleh diberikan pada klien perdarahan
· Pemakaian
buli-buli panas pada bagia abdomen, tutup buli-buli mengarah keatas atau ke
samping
· Pada
bagian kaki, tutup buli-buli mengarah ke bawah atau ke samping
Buli-buli harus
diperiksa dulu, ada tidak cincin karet pada penutupnya.
2) Cara
pemberian kompres dingin
a) Kompres
dingin basah larutan obat antiseptic
Persiapan alat:
· Mangkok
bertutup steril
· Bak
steril pinset anatomis dua buah, beberapa potong kain kasa sesuai kebutuhan
· Cairan
antiseptic yang digunakan dapat berupa PK 1:4000, Rivanol 1:1000 sampai 1:3000
dan seterusnya sesuai kebutuhan , larutan betadine.
· Pembalut
bila perlu
· Perlak
dan pengalas
· Sampira
bila perlu
Prosedur:
· Dekatkan
alat-alat ke klien
· Pasang
sampiran
· Cuci
tangan
· Pasang
perlak dan alas pada area yang akan dikompres
· Mengocok
obat atau larutan bila terdapat endapan
· Tuangkan
cairan ke dalam mangkok steril
· Masukkan
beberapa potong kasa ke dalam mangkok tersebut
· Peras
kain kasa tersebut dengan menggunakan pinset
· Bentangkan
kain kasa dan letakkan kasa di atas area yang di kompres lalu dibalut
· Rapikan
posisi klien
· Bereskan
alat-alat setelah selesai tindakan
· Cuci
tangan
· Dokumentasi
Hal-hal yang perlu di perhatikan:
· Kain
kasa harus sering dibasahi agar tetap basah
· Pada
luka kotor, kasa diganti tiap1-2 jam
· Perhatikan
kulit setempat/sekitarnya. Bila terjadi iritasi, segera laporkan
· Pada
malam hari, agar kelembapan kompres bertahan lama, tutupi dengan kapas berlemak
b) Kompres
dingin basah dengan air biasa/ air es
Persiapan alat:
· Kom
kecil berisi air biasa / air es
· Perlak
pengalas
· Beberapa
bah waslap atau kain kasa dengan ukuran tertentu
· Sampiran
bila perlu
· Busur
selimut bila perlu
Prosedur:
· Dekatkan
alat-alat ke klien
· Pasang
sampiran bila perlu
· Cuci
tangan
· Pasang
pengalas pada area yang akan di kompres
· Masukkan
waslap atau kain kasa ke dalam air biasa/ air es lalu dip eras sampai lembap
· Letakkan
waslap atau kain kasa tersebut pada area yang di kompres
· Ganti
waslap / akin kasa tiap kali dengan waslap/ kain kasa yang sudah terendam dalam
air biasa /air es. Diulang-ulang sampai suhu tubuh menurun.
· Rapihkan
klien dan bereskan alat-alat bila perasat ini telah selesai
· Cuci
tangan
· Dokumentasi
Hal yang perlu di perhatikan:
· Bila
suhu tubuh 390C atau lebih, tempat kompres dilipat paha dan ketiak.
· Pada
pemberian kompres di lipat paha, selimut di angkat dan dipasang busur selimut
di atas dada dan perut klien agar saprei atas tidak basah.
c) Kompres
dingin kering dengan kirbat es (eskap)
persiapan alat:
· Kirbat
es atau eskap dengan sarungnya
· Kom
berisi potongan-potongan kecil es dan satu sendok teh garam agar es tidak cepat mencair
3. jelaskan tanda-tanda
signifikan penurunan suhu dan cara penanganannya?
a. Tanda klinis
hipotermia
1. Menggigil
hebat
2. Mersa
dingin, kedinginan
3. Pucat,dingin,
kulit seperti lilin
4. Hipotensi
5. Keluaran
urin menurun
6. Koordinasi
otot berkurang
7. Disorientasi
8. Mengantuk,
mengarah ke koma
9. Kacau
atau bingung
10. Pernapasan
lambat dan dangkal
11. Denyut
nadi melemah
b. Penatalaksanaan hipotermia :
1. Mandikan anak dengan ir hangat. Ketika warna
kulitnya sudah kembali normal, bantulah ia keluar dan keringkan tubuhnya,
bungkus dengan handuk atau selimut hangat.
2. Kenakan pakaian yang hangat dan baringkan di tempat tidur,
ditutupi dengan selimut tebal. Tutupi kepalanya dengan topi dan apstikan
ruangannya hangat.
3. Berikan minuman hangat dan maakann berenergi tinggi,
misalnya cokelat. Jangan meninggalkan anak seorang diri sampai anda yakin warna
dan suhu tubuhnya sudah kembali normal.
c. Serangan hawa dingin yang
mengakibatkan penurunan suhu
Tanda :
-
Kesemutan dan rasa seperti tertusuk-tusuk jarum
-
Mati rasa
-
Kulit terasa keras dan kaku, pucat, seperti berlilin
Penatalaksanaan :
1. Bawalah anak ke tempat yang hangat. Dudukkan anak,
kemudian dengan sangat berhati-hati lepaskan kaus kaki dan sepatunya
2. Lepaskan sarung tangan dan cincin yang ada. Lepaskan
mantelnya. Katakana padanya untuk menghangatkan tangan dengan meletakkannya di
bawah ketiak.
3. Jika kaki atau jari-jarinya membeku, untuk
mengurangi pembengkakan dan memberikan kehangatan, angkat tungkai anak dan
letakkan di ketiak anda
4. Jika kulit terpecah atau warnanya tidak kembali
normal dengan segera, berikan pembalut lunak dan ikat secara longgar di
tempatnya dengan perban.
E. Keseimbangan Energi
1. Jelaskan keseimbangan
energy dalam tubuh manusia?
Keseimbangan Energi
Energi dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh
untuk mempertahankan kehidupannya dan melaksanakan fungsinya dengan baik.
Sumber energi berasal dari makanan yang dimakan, diserap, dan kemudian diolah
oleh tubuh.
Hukum pertama
termodinamika menyatakan bahwa “total energi di dunia adalah konstan,
energi tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan.” Oleh karena itu, semua
energi yang ikut andil dalam hidup kita dapat dihitung dengan persamaan sebagai
berikut:
Energi Tubuh = Energi
masuk – Energi Keluar
Energi masuk merupakan energi
yang berasal dari makanan yang dimakan yang merupakan sumber energi. Energi
didapatkan dari ikatan kimia pada makanan yang diuraikan untuk kemudian
digunakan dalam bentuk ikatan fosfat berenergi tinggi pada ATP. Energi ini
dapat digunakan untuk melakukan kerja biologis atau disimpan di dalam tubuh
untuk kebutuhan nanti.
Energi keluar merupakan jumlah
energi yang dikeluarkan oleh tubuh, yang merupakan kombinasi antara kerja dan
panas yang dilepaskan ke lingkungan. Persamaan untuk energi keluar sebagai
berikut :
Energi Keluar = Kerja +
Panas yang dilepaskan
Kerja dapat dibagi dua
yaitu kerja eksternal dan kerja internal. Kerja
eksternal merupakan energi yang dikeluarkan saat otot rangka berkontraksi untuk
menggerakkan objek eksternal atau menggerakkan tubuh terhadap lingkungan,
sedangkan kerja internal merupakan pengeluaran energi biologis yang tidak
berhubungan dengan kerja mekanik di luar tubuh. Kerja internal mencakup dua
tipe aktivitas yaitu kerja otot rangka selain kerja mekanik, seperti postural
dan menggigil, dan energi untuk mempertahankan hidup, seperti kerja jantung dan
bernapas, yang biasa juga disebut “metabolic cost of living”.
Tidak semua energi yang keluar tubuh merupakan
suatu kerja. Energi keluar yang tidak digunakan untuk mendukung kerja merupakan
panas yang dilepaskan atau energi termal. Dari total energi yang
masuk ke dalam tubuh, sekitar 75% menjadi panas dan hanya 25% yang dimanfaatkan
untuk bekerja. Akan tetapi panas yang dihasilkan tersebut tidak sia-sia,
karena sebagian besarnya digunakan untuk mempertahankan temperatur tubuh.
Terdapat tiga kemungkinan bentuk keseimbangan
energi, antara lain:
· Keseimbangan Energi
Netral
Keseimbangan yang terjadi apabila energi yang
masuk ke dalam tubuh sama persis dengan energi yang keluar. Pada kondisi ini
berat badan akan tetap.
· Keseimbangan Energi
Positif
Keseimbangan yang terjadi apabila jumlah energi
yang masuk tubuh lebih besar daripada energi yang keluar. Energi yang masuk ke
dalam tubuh dan tidak digunakan akan disimpan di dalam tubuh, terutama sebagai
jaringan adiposa, sehingga berat badan bertambah.
· Keseimbangan Energi
Negatif
Keseimbangan yang terjadi apabila jumlah energi
yang masuk tubuh lebih kecil daripada energi yang keluar. Kondisi ini
mengakibatkan tubuh harus menggunakan energi cadangannya untuk memenuhi
kebutuhan aktivitas, sehingga berat badan akan berkurang.
DAFTAR PUSTAKA
Aru
W Sudoyo dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam jilid II edisi IV.Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Asmadi. 2008. Teknik Prosedural
Konsep & Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Penerbit: Salemba Medika.
Berman, A. Buku Ajar Praktik
keperawatan Klinis Kozier & Erb.
Jakarta : EGC.
Karnen, GB. 2006. Imunologi dasar. Jakarta : Balai penerbit UI.
Kindersley,
Dorling. 2005. Pertolongan Pertama Untuk
Anak. Jakarta : Gramedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar