Rabu, 21 Maret 2012

TERMOREGULASI


C. Pembentukan Panas
1.      Apa saja yang mempengaruhi pembentukan panas (heat production) dalam tubuh manusia)? Jelaskan !
a.       Basal metabolisme rate (BMR)
Merupakan pemanfaatan energy di dalam tubuh guna memelihara aktivitas pokok seperti bernapas. Besarnya BMR bervariasi sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Banyak factor yang menyebabkan BMR meningkat di antaranya adalah karena cedera, demam, dan infeksi. Meningkatnya BMR ini menunujukkan tingginya metabolisme akan menghasilkan peningkatan produksi panas dalam tubuh klien menjadi naik.
b.      Aktivitas otot
Termasuk menggigil, dapat memproduksi panas tubuh sebanyak lima kali (Guyton 1982 : 554)
c.       Peningkatan produksi tiroksin
Hipotalamus merespons terhadap dingin dengan melepas factor releasing. Factor ini merangsang tirotropin pada adenohipofise untuk merangsang pengeluaran tiroksin oleh kelenjar tiroid. Efek tiroksin meningkatkan nilai metabolisme sel di seluruh tubuh dan memproduksi panas.
d.      Termogenesis kimia
Adalah perangsanagn produksi panas melalui sirkulasi norepineprin dan epineprin atau melalui perangsangan saraf simpatis. Hormone-hormon ini segera meningkatkan nilai metabolisme sel di jaringan tubuh. Secara langsung, norepineprin dan epineprin mempengaruhi hati dan sel-sel otot sehingga meningkatkan aktivitas otot. Selain itu, produksi sejumlah panas juga dapat diperoleh melalui rangsangan saraf simpatis terhadap lemak coklat.
e.       Demam
Demam meningkatkan metabolisme sel. Reaksi-reaksi kimia meningkat rata-rata 120% untuk setiap peningkatan 1oC suhu tubuh menyebabkan 12% reaksi kimia akan terjadi.    





2. Dari manakah tubuh kita memperoleh panas untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap konstan pada saat udara dingin?
            Tubuh manusia selalu berusaha mempertahankan temperatur tubuh tetap konstan walaupun terjadi perubahan temperature lingkungan.pengaturan fisik panas secara implicit adalah sejumlah total dari proses fisiologis dimana terjadi peningkatan dan penurunan panas dari tubuh manusia.
            Pengaturan temperatur atau regulasi termal ialah suatu pengaturan secara kompleks dari suatu proses fisiologis dimana terjadi kesetimbangan antara produksi panas (heat product) dan kehilangan panas (heat lost) sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan.
            Panas dapat hilang dan masuk lingkungan dengan cara konveksi, radiasi dan evaporasi; konduksi tidak pernah terjadi. Kehilangan panas melalui radiasi dapat terjadi apabila temperatur udara berhubungan langsung dengan tubuh dan temperatur sekeliling obyek tersebut sangat rendah. Kehilangan panas secara konveksi terjadi apabila temperatur sekeliling obyek lebih rendah dari pada suhu tubuh. Kehilangan panas akibat evaporasi (penguapan) adalah hubungan antara output dari evaporasi kulit dan pernapasan dari paru-paru. Peristiwa konveksi, radiasi, dan evaporasi ini semuanya dikontrol oleh susunan syaraf pusat agar mencapai kesetimbangan termal.
            Di kulit terdapat krause’s and bulb dan meismer’s Corpuscle yang mengatur temperatur panas dan dingin. Melalui syaraf motor somatic dan syaraf visero motoris via hipofise anterior dan kelenjar endrokrin, maka produksi panas dan pelepasan panas dapat diatur. Di kulit terdapat counter current dimana terjadi pembesaran pembuluh darah dari satu bagian sedangkan paa bagian lain terjadi konstruksi penguncupan yang hal ini juga diatur oleh susunan syaraf pusat, pada keadaan kritis misalnya dingin atau panas yang menyengat, keadaan ini langsung mempengaruhi fisiologis thermostat yaitu hipotalamus dan preoptik. Hipotalamus posterior mengatur suhu dingin yang kritis.




3. Bagaimana tubuh membuang panas yang berlebihan dari tubuh saat cuaca terik ?
Tubuh membuang panas yang berlebih dari tubuh pada saat cuaca terik yaitu dengan cara antara lain :
Pengaturan Suhu Tubuh Dalam Keadaan Panas
1. Fisik
· Penambahan aliran darah permukaan tubuh
· Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan
· Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan
· Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/ dibawah 34 0C. penambahan aliran darah penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity)
2. Keringat
· Pada temperature diatas 34 0C, pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi, dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. mekanisme panas yang dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan (evaporasi).
· Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat, berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan kulit keringat merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif.
Pada saat suhu kulit menurun, maka set point meningkat. Bila suhu kulit meningkat, pengeluaran keringat akan dimulai pada suhu hipotalamus yang lebih rendah daripada ketika suhu kulit sedang rendah. Pengeluaran keringat akan dihambat ketika suhu kulit rendah, jika tidak, efek gabungan dari rendahnya suhu kulit dan pengeluaran keringat dapat menyebabkan kehilangan panas tubuh yang lebih banyak.


4. BAGAIMANAKAH DEMAM DAPAT TERJADI? JELASKAN FAKTOR-FAKTOR BIOLOGIS APAKAH YANG BERPENGARUH.
a. Mekanisme Demam
Suhu tubuh diatur oleh otak di bagian hipotalamus pada pre-optik anterior, merupakan bagian dari deinsephalon yang merupakan bagian dari otak depan (prosencephalon). Dengan adanya termorespetor ini, suhu tubuh dapat senatiasa berada dalam batas normal yakni sesuai dengan suhu inti tubuh. Suhu inti tubuh merupakan pencerminan dari kandungan panas yang ada di dalam tubuh kita. Kandungan panas didapatkan dari pemasukan panas yang berasal dari proses metabolisme makanan yang masuk ke dalam tubuh.4 Pada umumnya suhu inti berada dalam batas 36,5-37,5°C. Dalam berbagai aktivitas sehari-hari, tubuh kita juga akan mengelurakan panas misalnya saat berolahraga. Bilamana terjadi pengeluraan panas yang lebih besar dibandingkan dengan pemasukannya, atau sebaliknya maka termostat tubuh itu akan segera bekerja guna menyeimbangkan suhu tubuh inti. Bila pemasukan panas lebih besar daripada pengeluarannya, maka termostat ini akan memerintahkan tubuh kita untuk melepaskan panas tubuh yang berlebih ke lingkungan luar tubuh salah satunya dengan mekanisme berkeringat. Dan bila pengeluaran panas melebihi pemasukan panas, maka termostat ini akan berusaha menyeimbakan suhu tersebut dengan cara memerintahkan otot-otot rangka kita untuk berkontraksi(bergerak) guna menghasilkan panas tubuh.
Kontraksi otot-otok rangka ini merupakan mekanisme dari menggigil. Contohnya, seperti saat kita berada di lingkunganpegunungan yang hawanya dingin, tanpa kita sadari tangan dan kaki kita bergemetar (menggigil). Hal ini dimaksudkan agar tubuh kita tetap hangat. Karena dengan menggigil itulah, tubuh kita akan memproduksi panas. Hal diatas merupakan proses fisiologis. Lain halnya bila tubuh mengalami proses patologis. Proses perubahan suhu yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit lebih dikarenakan oleh toksis yang masuk kedalam tubuh. Umumnya, keadaan sakit terjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh.
Proses peradangan merupakan mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanya serangan yang mengancam keadaan fisiologis tubuh. Proses peradangan diawali dengan masuknya racun kedalam tubuh kita. Contoh racun yang paling mudah adalah mikroorganisme penyebab sakit. Mikroorganisme (MO) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki suatu zat toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. Dengan masuknya MO tersebut, tubuh akan berusaha melawan dan mencegahnya yakni dengan memerintahkan pertahanan tubuh antara lain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit untuk memakannya (fagositosit). Dengan adanya proses fagositosit ini, tubuh itu akan mengelurkan zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2.
Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran prostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur tangan dari enzim siklooksigenase (COX). Pengeluaran prostaglandin ternyata akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus. Sebagai kompensasinya, hipotalamus selanjutnya akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal). Adanya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut merasa bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Sehingga terjadilah demam(suhu tubuh meningkat pada seseorang).
b. Patofisiologi Demam
Suhu tubuh secara normal dipertahankan pada rentang yang sempit, walaupun terpapar suhu lingkungan yang bervariasi. Suhu tubuh secara normal berfluktuasi sepanjang hari, 0,50 C dibawah normal pada pagi hari dan 0,5 0 C diatas normal pada malam hari.3 Suhu tubuh diatur oleh hipotalamus yang mengatur keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas. Produksi panas tergantung pada aktivitas metabolik dan aktivitas fisik. Kehilangan panas terjadi melalui radiasi, evaporasi, konduksi dan konveksi. Dalam keadaan normal termostat di hipotalamus selalu diatur pada set point sekitar 370 C, setelah informasi tentang suhu diolah di hipotalamus selanjutnya ditentukan pembentukan dan pengeluaran panas sesuai dengan perubahan set point.
Hipotalamus posterior bertugas meningkatkan produksi panas dan mengurangi pengeluaran panas. Bila hipotalamus posterior menerima informasi suhu luar lebih rendah dari suhu tubuh maka pembentukan panas ditambah dengan meningkatkan metabolisme dan aktivitas otot rangka dalam bentuk menggigil dan pengeluaran panas dikurangi dengan vasokontriksi kulit dan pengurangan produksi keringat sehingga suhu tubuh tetap dipertahankan tetap. Hipotalamus anterior mengatur suhu tubuh dengan cara mengeluarkan panas. Bila hipotalamus anterior menerima informasi suhu luar lebih tinggi dari suhu tubuh maka pengeluaran panas ditingkatkan dengan vasodilatasi kulit dan menambah produksi keringat.
Umumnya peninggian suhu tubuh terjadi akibat peningkatan set point. Infeksi bakteri menimbulkan demam karena endotoksin bakteri merangsang sel PMN untuk membuat pirogen endogen yaitu interleukin-1, interleukin 6 atau tumor nekrosis faktor. Pirogen endogen bekerja di hipotalamus dengan bantuan enzim siklooksigenase membentuk protaglandin selanjutnya prostaglandin meningkatkan set point hipotalamus. Selain itu pelepasan pirogen endogen diikuti oleh pelepasan cryogens (antipiretik endogen) yang ikut memodulasi peningkatan suhu tubuh dan mencegah peningkatan suhu tubuh pada tingkat yang mengancam jiwa.

D.      HEAT LOSS (KEHILANGAN PANAS)
1.    Sebutkan 4 proses fisika yang terlihat  saat tubuh memperoleh dan kehilangan panas ! Jelaskan !
Panas dipindahkan (keluar atau didapat) atau dari tubuh dalam 4 cara ,yaitu :
a.    Konduksi
Konduksi merupakan proses penghantaran panas melalui suatu zat (baik padat atau cair) atau dari suatu zat ke zat lain saat bersentuhan. Konduktor panas merupakan zat apapun yang dapat dilewati oleh panas.
Sebagian besar penghantaran panas dalam tubuh berlangsung dengan proses konduksi yang melalui sel dan cairan sel dan dibantu oleh sirkulasi cairan tersebut dan darah. Pada proses konduksi ,partikel atau molekul yang membentuk zat menghantarkan energi panas dari suatu partikel ke partikel lain. Apa yang menyebabkan suatu zat bertindak sebagai konduktor? Jika di ingat ,air cenderung mengalir ke tempat yang rendah ,gunung akan terkikis untuk menyediakan materi  yang dibuuhkan lembab ,dsb. Kesimpulannya alam bekerja menuju keseimbangan. Pada situasi tempat konduksi berjalan, satu lokasi mungkin memiliki suhu yang lebih tinggi dari lokasi lain  dan panas cenderung mengalir ke bawah sebaimana mestinya untuk memperbaiki keseimbangan tersebut dari lokasi yang lebih panas menuju lokasi yang lebih dingin samapi kandisi yang seimbang tercapai . konduktor yang baik akan menghantarkan energi panas dengan cepat dan mencapai kondisi seimbang yang cepat pula begitu pun sebaliknya. Jika suatu bagian tubuh misalnya tangan meyentuh logam ,panas akan mengalir dari tangan ke logam karena suhu pada tangan lebih tinggi. Panas kemudian akan keluar dengan cepat dari tangan sehingga tangan akan terasa dingin. Kecenderungan logam untuk terasa dingin sebenarnya hanya di sebabkan oleh kenyataan bahwa logam merupakan konduktor yang sangat baik.
Perawat yang sadar akan hal ini dan mengahntarkan objek logam ,misalnya kepala stetoskop sebelum menempelkannya pada tubuh pasie jumlahnya cukup banyak dibanding yang tidak tahu.
b.    Konveksi
Konveksi adalah aliran panas melalui fluida dari tempat yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah dengan gerakan atau partikel-partikel fluida itu sendiri.
Dalam cuaca yang sangat panas dan lembab, orang berupaya mencari pereda panas tersebut, berupaya mendinginkan diri menjadi lebih nyaman. Panas dipindahakan dari permukaan tubuh dalam lingkungan selama semua aktivitas tersebut berlangsung tetapi ada beberapa aktivitas di antaranya yang dapat memindahkan dengan baik ,prosedur apapun yang terlibat dalam pergerakan udara terutama pergerakan udara diatas air sering dipakai sebagai cara yang efektif dan sederhana untuk penurunan suhu, proses yang terlibat disebut konveksi.
Metode pemindahan panas ini hanya berlaku untuk zat cair dan bukan zat padat dalam hal ini pergerakan molekul menyebabkan pemindahan panas. Pasien yang menjalani mandi air dingin atau sum sum kuku dapat kehilangan panas akibat proses konveksi yang berlangsung dalam air begitu panas di pindahkan ke molekul air terdekat melalui proses konduksi. Menggigil merupakan suatu komplikasi yang mungkin muncul dalam perlakukan ini jika demikian arus dingin langsung harus dihindari dan observasi yang cepat harus dihindari.
c.    Radiasi
Radiasi adalah proses perpindahan panas oleh gelombang elektromagnetik. Sekitar 60% panas yang hilang dari seseorang yang tidak berpakaian dalam sebuah ruangan bersuhhu normal terjadi melalui raidiasi. Jumlah bersih panas yang dipancarkan bergantung pada perbedaan suhu antara tubuh dan lingkungannya. Dari sini kemudian diketahui bahwa lau pengeluaran panas akan meningkat jika lingkungan menjadi semakin dingin. Proses ini merupakan metode pemindahan panas yang tidak bergantung pada zat apapun misalnya pada pergerakan molekul energi pancaran infra merah merupakan suatu bentuk panas dan dipancrakan melalui bentuk gelombang yang disebur gelombang elektro magnetik. Panas dapat dilewatkan malalui suatu ruang hampa udara dengan cara tersebut ,panas yang berasal dari sinar matahari dilewarkan melalui suatu kehampaan. Kehilangan panas dari kulit dapat terjadi akibat radiasi dan jumlah kehilangan itu beragam bergantung pada keadaan dilatasi pembuluh darah pada kulit ,semakin besar dilatasi semakin banyak panas yang hilang.
d.   Evaporasi
Evaporasi adalah peralihan panas dari bentuk cairan menjadi uap. Manusia kehilangan sekitar 9.10³ kalori/gram melalui penguapan paru-paru. Dengan aktifitas berat atau lingkungan panas, seseorang akan minum 4 liter/jam, ini merupakan suatu proses pertukaran energi termal. Kehilangan panas secara evaporasi dapat terjadi apabila:
a)    Perbedaan tekanan uap air antara keringat pada kulit dengan udara ambien (lingkungan)
b)   Temperatur lingkungan rendah dari normal sehingga evaporasi dari keringat dapat terjadi dan dapat menghilangkan panas dari tubuh, hal ini dapat terjadi apabila temperatur basah kering di bawah temperatur kulit.
c)    Adanya gerakan angin
d)   Adanya kelembaman

2. Sebutkan macam-macam prosedur untuk menurunkan dan mempertahankan tmperatur?
Suhu tubuh yang optimum sangat penting untuk kehidupan sel agar dapat berfungsi secara efektif. Perubahan suhu tubuh yang ekstrem dapat membahayakan bagi tubuh. Oleh karena itu perawat harus berusaha untuk dapat memeilihara suhu tubuh klien agar tetap normal. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk memilihara suhu tubuh diantaranya adalah melalui kompres.


a.       Pengertian
Kompres adalah metode pemiliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan.
b.      Jenis
1.      Kompres panas
2.      Kompres dingin
c.       Tujuan
1)      Kompres panas:
a)      Memperlancar  sirkulasi darah
b)      Mengurangi rasa sakit
c)      Memberi rasa hangat, nyaman, dan  tenang pada klien
d)     Memperlancar pengeluaran eksudat
e)      Merangsang peristaltic usus
2)      Kompres dingin:
a)      Menurunkan suhu tubuh
b)      Mencegah peradangan meluas
c)      Mengurangi kongesti
d)     Mengurangi perdarahan setempat
e)      Mengurangi rasa sakit pada suatu daerah setempat.
d.      Indikasi
1)      Kompres panas indikasinya:
a)      Klien yang kedinginan (suhu tubuh yang rendah)
b)      Klien dengan perut kembung
c)      Klien yang mempunyai pemyait peradangan, seperti  peradangan persendian.
d)     Spasme otot
e)      Adanya abses, hematoma.
2)      Kompres dingin, indikasinya:
a)      Klien dengan suhu tubh yang tinggi
b)      Klien dengan batuk atau muntah darah
c)      Pascatonsillectomy
d)     Radang, memar

e.       Cara pemberian kompres
1)      Cara pemberian kompres panas:
a)      Kompres panas basah
Persiapan alat:
·  Kom berisi cairan hangat sesuai kebutuhan (40-160C)
·  Bak steril pinset dua buah, kasa beberapa potong dengan ukuran yang sesuai
·  Kasa perban atau kain segitiga
·  Pengalas
·  Sarung tangan bersih di tempatnya
·  Bengkok dua buah (satu kosong, satu berisi larutan Lysol 3%).
Prosedur :
·  Dekatkan alat-alat ke klien
·  Perhatikan prvacy klien
·  Cuci tangan
·  Atur posisi klien yang nyaman
·  Pasang pengalas di bawah daerah yang akan di kompres
·  Kenakan sarung tangan, lalu buka larutan perban bila diperban. Kemudian, buang bekas balutan ke dalam bengkok kosong.
·  Ambil beberapa potong kasa dengan pinset dari bak steril, lalu masukkan ke dalam kom yang berisi cairan hangat
·  Kemudian ambil kasa tersebut, lalu bentangkan dan letakkan  pada area yangakan di kompres
·  Bila klien menoleransi kompres hangat tersebut, lalu di tutup/ dilapisi dengan kasa kering. Selanjutnya dibalut denga kasa  perban atau kain segitiga
·  Lakukan perasat ini selama 15-30 menit atau sesuai program dengan anti balutan kompres tiap 5 menit.
·  Lepaskan sarung tangan
·  Cuci tangan
·  Dokumentasi tindakan ini beserta rsponya
Hal yang perlu diperhatikan:
·  Kain kasa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres dipertahankan tetap hangat
·  Cairan jangan terlalu panas, hindarkan agra kulit jangan sampai kulit terbakar
·  Kain kompres harus lebih besar daripada area yang akan dikompres
·  Bui-buli panas tidak boleh diberikan pada klien perdarahan
·  Pemakaian buli-buli panas pada bagia abdomen, tutup buli-buli mengarah keatas atau ke samping
·  Pada bagian kaki, tutup buli-buli mengarah ke bawah atau ke samping
Buli-buli harus diperiksa dulu, ada tidak cincin karet pada penutupnya.
2)      Cara pemberian kompres dingin
a)      Kompres dingin basah larutan obat antiseptic
Persiapan alat:
·  Mangkok bertutup steril
·  Bak steril pinset anatomis dua buah, beberapa potong kain kasa sesuai kebutuhan
·  Cairan antiseptic yang digunakan dapat berupa PK 1:4000, Rivanol 1:1000 sampai 1:3000 dan seterusnya sesuai kebutuhan , larutan betadine.
·  Pembalut bila perlu
·  Perlak dan pengalas
·  Sampira bila perlu
Prosedur:
·  Dekatkan alat-alat ke klien
·  Pasang sampiran
·  Cuci tangan
·  Pasang perlak dan alas pada area yang akan dikompres
·  Mengocok obat atau larutan bila terdapat endapan
·  Tuangkan cairan ke dalam mangkok steril
·  Masukkan beberapa potong kasa ke dalam mangkok tersebut
·  Peras kain kasa tersebut dengan menggunakan pinset
·  Bentangkan kain kasa dan letakkan kasa di atas area yang di kompres lalu dibalut
·  Rapikan posisi klien
·  Bereskan alat-alat setelah selesai tindakan
·  Cuci tangan
·  Dokumentasi
Hal-hal yang perlu di perhatikan:
·  Kain kasa harus sering dibasahi agar tetap basah
·  Pada luka kotor, kasa diganti tiap1-2 jam
·  Perhatikan kulit setempat/sekitarnya. Bila terjadi iritasi, segera laporkan
·  Pada malam hari, agar kelembapan kompres bertahan lama, tutupi dengan kapas berlemak
b)      Kompres dingin basah dengan air biasa/ air es
Persiapan alat:
·  Kom kecil berisi air biasa / air es
·  Perlak pengalas
·  Beberapa bah waslap atau kain kasa dengan ukuran tertentu
·  Sampiran bila perlu
·  Busur selimut bila perlu
Prosedur:
·  Dekatkan alat-alat ke klien
·  Pasang sampiran bila perlu
·  Cuci tangan
·  Pasang pengalas pada area yang akan di kompres
·  Masukkan waslap atau kain kasa ke dalam air biasa/ air es lalu dip eras sampai lembap
·  Letakkan waslap atau kain kasa tersebut pada area yang di kompres
·  Ganti waslap / akin kasa tiap kali dengan waslap/ kain kasa yang sudah terendam dalam air biasa /air es. Diulang-ulang sampai suhu tubuh menurun.
·  Rapihkan klien dan bereskan alat-alat bila perasat ini telah selesai
·  Cuci tangan
·  Dokumentasi
Hal yang perlu di perhatikan:
·  Bila suhu tubuh 390C atau lebih, tempat kompres dilipat paha dan ketiak.
·  Pada pemberian kompres di lipat paha, selimut di angkat dan dipasang busur selimut di atas dada dan perut klien agar saprei atas tidak basah.
c)      Kompres dingin kering dengan kirbat es (eskap)
persiapan alat:
·  Kirbat es atau eskap dengan sarungnya
·  Kom berisi potongan-potongan kecil es dan satu sendok teh  garam agar es tidak cepat mencair

3. jelaskan tanda-tanda signifikan penurunan suhu dan cara penanganannya?
a. Tanda klinis hipotermia
1.      Menggigil hebat
2.      Mersa dingin, kedinginan
3.      Pucat,dingin, kulit seperti lilin
4.      Hipotensi
5.      Keluaran urin menurun
6.      Koordinasi otot berkurang
7.      Disorientasi
8.      Mengantuk, mengarah ke koma
9.      Kacau atau bingung
10.  Pernapasan lambat dan dangkal
11.  Denyut nadi melemah

b. Penatalaksanaan hipotermia :

1.      Mandikan anak dengan ir hangat. Ketika warna kulitnya sudah kembali normal, bantulah ia keluar dan keringkan tubuhnya, bungkus dengan handuk atau selimut hangat.

2.      Kenakan pakaian yang hangat dan baringkan di tempat tidur, ditutupi dengan selimut tebal. Tutupi kepalanya dengan topi dan apstikan ruangannya hangat.

3.      Berikan minuman hangat dan maakann berenergi tinggi, misalnya cokelat. Jangan meninggalkan anak seorang diri sampai anda yakin warna dan suhu tubuhnya sudah kembali normal.

c. Serangan hawa dingin yang mengakibatkan penurunan suhu

Tanda :

-          Kesemutan dan rasa seperti tertusuk-tusuk jarum

-          Mati rasa

-          Kulit terasa keras dan kaku, pucat, seperti berlilin

Penatalaksanaan :

1.      Bawalah anak ke tempat yang hangat. Dudukkan anak, kemudian dengan sangat berhati-hati lepaskan kaus kaki dan sepatunya

2.      Lepaskan sarung tangan dan cincin yang ada. Lepaskan mantelnya. Katakana padanya untuk menghangatkan tangan dengan meletakkannya di bawah ketiak.

3.      Jika kaki atau jari-jarinya membeku, untuk mengurangi pembengkakan dan memberikan kehangatan, angkat tungkai anak dan letakkan di ketiak anda

4.      Jika kulit terpecah atau warnanya tidak kembali normal dengan segera, berikan pembalut lunak dan ikat secara longgar di tempatnya dengan perban.

 

 

E. Keseimbangan Energi
1. Jelaskan keseimbangan energy dalam tubuh manusia?
Keseimbangan Energi
Energi dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh untuk mempertahankan kehidupannya dan melaksanakan fungsinya dengan baik. Sumber energi berasal dari makanan yang dimakan, diserap, dan kemudian diolah oleh tubuh.
Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa “total energi di dunia adalah konstan, energi tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan.”  Oleh karena itu, semua energi yang ikut andil dalam hidup kita dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

Energi Tubuh = Energi masuk – Energi Keluar

Energi masuk merupakan energi yang berasal dari makanan yang dimakan yang merupakan sumber energi. Energi didapatkan dari ikatan kimia pada makanan yang diuraikan untuk kemudian digunakan dalam bentuk ikatan fosfat berenergi tinggi pada ATP. Energi ini dapat digunakan untuk melakukan kerja biologis atau disimpan di dalam tubuh untuk kebutuhan nanti.
Energi keluar merupakan jumlah energi yang dikeluarkan oleh tubuh, yang merupakan kombinasi antara kerja dan panas yang dilepaskan ke lingkungan. Persamaan untuk energi keluar sebagai berikut :

Energi Keluar = Kerja + Panas yang dilepaskan
Kerja dapat dibagi dua yaitu kerja eksternal dan kerja internal. Kerja eksternal merupakan energi yang dikeluarkan saat otot rangka berkontraksi untuk menggerakkan objek eksternal atau menggerakkan tubuh terhadap lingkungan, sedangkan kerja internal merupakan pengeluaran energi biologis yang tidak berhubungan dengan kerja mekanik di luar tubuh. Kerja internal mencakup dua tipe aktivitas yaitu kerja otot rangka selain kerja mekanik, seperti postural dan menggigil, dan energi untuk mempertahankan hidup, seperti kerja jantung dan bernapas, yang biasa juga disebut “metabolic cost of living”.
Tidak semua energi yang keluar tubuh merupakan suatu kerja. Energi keluar yang tidak digunakan untuk mendukung kerja merupakan panas yang dilepaskan atau energi termal. Dari total energi yang masuk ke dalam tubuh, sekitar 75% menjadi panas dan hanya 25% yang dimanfaatkan untuk bekerja. Akan tetapi panas yang dihasilkan tersebut tidak sia-sia, karena sebagian besarnya digunakan untuk mempertahankan temperatur tubuh.
Terdapat tiga kemungkinan bentuk keseimbangan energi, antara lain:
·  Keseimbangan Energi Netral
Keseimbangan yang terjadi apabila energi yang masuk ke dalam tubuh sama persis dengan energi yang keluar. Pada kondisi ini berat badan akan tetap.
·  Keseimbangan Energi Positif
Keseimbangan yang terjadi apabila jumlah energi yang masuk tubuh lebih besar daripada energi yang keluar. Energi yang masuk ke dalam tubuh dan tidak digunakan akan disimpan di dalam tubuh, terutama sebagai jaringan adiposa, sehingga berat badan bertambah.
·  Keseimbangan Energi Negatif
Keseimbangan yang terjadi apabila jumlah energi yang masuk tubuh lebih kecil daripada energi yang keluar. Kondisi ini mengakibatkan tubuh harus menggunakan energi cadangannya untuk memenuhi kebutuhan aktivitas, sehingga berat badan akan berkurang.

 




                           













DAFTAR PUSTAKA
         
Aru W Sudoyo dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi IV.Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Konsep & Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Penerbit: Salemba Medika.

Berman, A. Buku Ajar Praktik keperawatan Klinis Kozier & Erb. Jakarta : EGC.

Karnen, GB. 2006. Imunologi dasar. Jakarta : Balai penerbit UI.
Kindersley, Dorling. 2005. Pertolongan Pertama Untuk Anak. Jakarta : Gramedia.
                                               


Tidak ada komentar:

Posting Komentar